semakin hari belajar..

March 31st, 2009 by andhy-dyve

akhirnya aq bisa melakukannya..

biasanya aq hanya bisa asal tujk orang kalo pengen apa2..

tapi hari ini aq bisa melakukannya sendiri

aq dah bayar pajak kendaraan bermotorku

wah,ternyata gak benar2 grtais.

cm pemutihan “istilah mrka” atao penghapusan denda..heheh

seharusnya 4-4-9 ini off..ketimbang mepet yo saiki gtu..

 

amien!!!

jam “kerja” baru sebagai nyonya andika..

December 18th, 2008 by andhy-dyve

semalaman menemani yang akhir2 ini suami lembur di kantornya..

seperti biasa aq habiskan waktu sambil chat n buka goegle cari2 resep masakan mudah n enak..[walaupun suamiku bukan tipe laki2 yg suka makan aneh ( baca : lidah yg simpel) saat makan pagi siang ato sore]..

“sayang pulang yuk..dah malam..ngantuk” sapanya saat mengajak pulang..”yuk yank..” balas aq perlahan sambil senyum ( baca : mesem2 genit plus kedip2 ga karuan sambil menggodanya)..

hmmmm…musim hujan di kota ini serasa panjang..dingin..erat aq peluk tubuhnya [ ah..suamiku bertambah gendut pikirku dengan senyum ditahan]..

 

byar….lampu kamar dinyalakan sampai rumah..

[sstttt...episode ini di rahasiakan ya...finally qta berdua terlelap bubu.."selamat ml sayank..mimpi indah ya" bisiknya di telingaku]

 

04:30..tit..tut..tit..tut..ach,alarm di hapeQ berbunyi..bla bla bal bla..

05:30 ngabur ke pasar di temeni suami..belanja apa aja yg aq pikir dia suka yg sebelumnya share dulu si ‘yayank” ini mau makan apa..[walopun sering beli ini itu kelebihan dosis]

heit…ga ketinggalan selalu beli “pohong” ( alias : ubi kayu / singkong)

jibaku’an di dapur berdua jadilah makanan lezat..ach ternyata sama2 pinter masak..[ heiiiiiii...]

07:00 mulai sarapan..[ ach indahnya..]

08:00 mulai menggodanya..[biasalah..suami istri.. :P ]

08:30 siapin pakaian kerja..n suami tercinta mandi di bawah.. [ "sayank..,mas keramas dulu yah.." katanya ( hmmm...pikir aja sendiri kenapa dia rajin keramas setiap pagi)

09:00 aq mulai sibuk dengan dapur mencoba resep2 baru..

12:30 mandi..seger sambil nunggu suami pulang makan siang..

13:00 +/- makan siang bareng2 lagi..ach,nikmat lagi krn setelah itu aq suka membuat suamiku tertawa kegelian..heheheh sebelum cabut balik kantor..

sibuk mencuci..

menyetrika baju kemarin yg sudah kering..

bersihin kamar..

baca tabloid..

sore manasin masakan buat makan malam..plus goreng apa aja yg bisa lengkapin isi perut..

17:30 suami datang..."i'm home hunzz..." sapanya lewat sms & telepon

18:30 maem malam...hmmm...

so...setelah itu lembur lagi..

[sssttt..klo ga da lemburan yo jalan2 or kelon hahahahah...upz!!! sori...]

obrolan “air mata” perempuan yg kupanggil “ibu”

July 18th, 2008 by andhy-dyve

Suatu hari, seorang aku bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa ibu menangis?”
Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.”

“Saya tidak mengerti ibu,” kataku.

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kau memang tak akan mengerti…”

Kemudian aku bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?”
“Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas,” ayahku menjawab.

“Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”

Aku membesar menjadi remaja, dan aku tetap terus bertanya-tanya,
mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, aku bermimpi dan
bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?”
Dalam mimpinya aku merasa seolah-olah mendengar
jawapannya:

“Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.

Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan
isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk
menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari
rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu
apabila dia telah membesar.

“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai
semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali
anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang
akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan
lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap
dengan lembut olehnya.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya.
Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak..?

“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan
pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak
pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri
sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

“Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan
perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan
bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita,
kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”

aq sebagai wanita yg dinikahi..

July 18th, 2008 by andhy-dyve
 

Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,

Laki-laki yang menikahi aku,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setaqwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayub,
Atau pun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf

Justeru laki-laki yang menikahiku hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh …

Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,

Laki-laki yang menikahiku menjadi pelindung, Aku penghuninya,
Laki-laki yang menikahiku
adalah Nahkoda kapal, Aku navigatornya,

Laki-laki yang menikahiku bagaikan balita yang nakal, Aku adalah
penuntun kenakalannya,
Saat Laki-laki yang menikahiku  menjadi Raja, Aku nikmati anggur
singasananya,
Seketika Laki-laki yang menikahimku menjadi bisa, Aku lah penawar
obatnya,
Seandainya
Seketika Laki-laki yang menikahiku masinis yang lancang, sabarlah
memperingatkannya …

Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan redha,
Karena memiliki
Seketika "laki-laki yang menikahiku" yang tak segagah mana,
Justeru Aku akan tersentak dari alpa,

Aku bukanlah Khadijah,
yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar,
yang begitu setia dalam sengsara
Aku cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi solehah…

apakah aq secantik “cangkir?”

July 18th, 2008 by andhy-dyve

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk
mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada
sebuah cangkir yang cantik.”Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada
suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,”
ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba
cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu
diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang
dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun
suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke
sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku
hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu
berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa
menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke
dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup !
Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”

Akhirnya ia
mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku
pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku
diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku.
Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita
itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia
memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!
Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak
sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia
terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah
benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan
aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir
tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu
cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna
tatkala kulihat diriku.

Renungan :

Seperti inilah
Tuhan membentuk aku. Pada saat Tuhan membentuk aku, tidaklah
menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.Tetapi
inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah aku supaya menjadi
cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Aku anggap sebagai suatu
kebahagiaan, apabila aku jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab aku belajar
tahu bahwa ujian terhadap diri kita semua menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah
ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kita menjadi sempurna
dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Apabila aku sedang
menghadapi ujian hidup, aku tak ingin  dan jangan kecil hati, karena Dia sedang membentukku. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua
proses itu selesai, aku akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk diriku.

percakapan antara-ku & “Nya”

July 18th, 2008 by andhy-dyve

(Dengarkan percakapan ini di suatu tempat di bumi Allah)

“Aku telah bersiap-siap sejak pukul 02.00 dini hari Menanti kedatanganmu
Lama Kutunggu tapi mengapa kau tak bangun menemui-Ku ?”.

Sejenak aku terdiam. Sambil menahan tangis kupejamkan mata.
Aku tertunduk malu.
“Maafkan aku. Kumohon maafkan aku,” sambil bersimpuh aku menjawab.

“Tahukah engkau. Andai saja tadi malam engkau menemui-Ku,
dan memohon apa saja keinginanmu, pasti Kukabulkan.
Karena tadi malam, Aku datang bersama 7 langit dan 7 bumi,
serta seluruh kunci perbendaharaan karunia yang Kupunyai.”

“Oh,” (aku menutupi wajah dengan kedua tangan).
Menyesali kesempatan sirna dari hadapan
Kuhirup nafas dalam-dalam.
Ada titik embun dimataku.
Lalu akupun bertanya, “Tuhanku, apakah yang kurasakan pagi ini adalah hukuman-Mu?”.
“Ya, seperti itulah dampaknya”.

Aku tidak mampu berkata-kata. Aku membisu lama.
“Bagi hamba-hamba-Ku yang tidak tahajjud
kuselipkan ruh hampa kedalam hatinya.
Maka gersanglah hari-hari yang ia lalui”.

“Oh,” (aku terisak). Daguku menempel di dada, Aku tertunduk lagi.

“Bagi hamba-hamba-Ku yang tidak tahajjud,
aku masukkan kesesakan ke dalam dadanya.
Maka sempitlah hidup yang ia jalani”.

“Oh,” (aku semakin lunglai).
Air mataku semakin deras mengucur.
“Bagi hamba-hambaku yang tidak tahajjud,
aku jadikan wajahnya suram tanpa cahaya.
Maka reduplah pancarannya”.

“Oh,” (aku pingsan)

“Bagi hamba-hambaku yang tidak tahajjud,
aku hilangkan wibawanya. Maka lemahlah ia”.

(Sayup-sayup, suara itu masih kudengar)

“Lihatlah, betapa sayang-Ku padamu.
Kuutus nyamuk guna membangunkan dari tidurmu.
Tidak kau sadarikah hal itu?”

(Aku benar-benar pingsan)

cerita cintaku tentangmu “cinta”

July 18th, 2008 by andhy-dyve

Pada masa dulu, sebelum dunia diciptakan seperti yang kita kenal
sekarang, dan manusia belum lagi menginjakkan kakinya di sana, semua
sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa
bosan, tak tahu apa yang hendak dilakukan.

Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan
lagi daripada sebelumnya, sampai ketika Kecerdikan mengemukakan usul
:"Mari kita bermain petak umpet." Mereka semua menyukaiide tsb, dan
secara tiba2. Madness/Kegilaan berteriak: "Aku ingin menghitung, biar
aku saja yang menghitung!"

Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin
mencari kegilaan, semua yang lain setuju saja. Kegilaan segera
bersandar kepohon dan mulai menghitung, "Satu, dua, tiga…"

Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat kebaikan
dan kejahatan tsb bersembunyi. Kelembutan menggantung dirinya di ujung
bulan, Pengkhianatan bersembunyi di tumpukan sampah. Kasih sayang
bergulung di antara awan, dan Nafsu Kegairahan pergi ke tengah2 bumi.
Kebohongan berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru
bersembunyi di dasar danau. Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam
kantung yang kemudian ternyata dirobeknya karena kantung itu dirasanya
tidak nyaman.

Dan Kegilaan masih terus menghitung, "Tujuh puluh
sembilan, delapan puluh, delapan puluh satu…" Ketika itu, semua sifat
tsb telah bersembunyi — kecuali Cinta. Seperti Keragu - raguan,
demikianlah cinta, dia tak bisa memutuskan kemana harus bersembunyi.

Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua
tahu betapa sulitnya menyembunyikan cinta. Pada saat Kegilaan sampai
pada hitungan ke-99, Cinta segera melompat bersembunyi ke kebun bunga
Mawar. Dan dengan bersemangat Kegilaan berbalik dan berteriak,
"Bersiaplah, ini aku datang! Akan kutemukan kalian semua"

Kemalasan adalah yang pertama ditemukan, karena dia
bahkan tidak punya energi untuk mencoba bersembunyi, disusul oleh
Keragu- raguan, yang masih mondar-mandir karena tak tahu ke mana harus
sembunyi.

Kemudian, secara hampir beruntun Kegilaan segera
menemukan Kelembutan di ujung bulan, Kebohongan didasar danau dan
Gairah di tengah2 bumi. Satu persatu Kegilaanmenemukan mereka semua,
kecuali lagi2 Cinta. Kegilaan mulai menjadi semakin gila, karena putus
asa untuk menemukan Cinta.

Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta yang belum juga
ditemukan, berbisik pada Kegilaan, "Kau hanya perlu mencari Cinta, dan
dia bersembunyi di semak bunga Mawar." Kegilaan mengambil garpu taman
dan menusuk2annya serampangan kearah semak Mawar. Dia terus menusuk
nusuk sampai terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti.
Cinta keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan
tangan. Di antara jari - jarinya mengalir darah segar yang ternyata
berasal dari kedua belah matanya.

Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan
Cinta, tanpa sengaja telah melukai Cinta. "Apa yang telah kulakukan!"
teriaknya menyesal. "Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus
memperbaikinya?" Cinta menjawab, "Kau tak mungkin memperbaikinya. Tapi
kalau kamu bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi
penuntunku."


Dan semenjak itulah, Cinta itu buta namun dia bisa melihat dalam kegelapan, karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan.

aq tdk memungkiri..

July 14th, 2008 by andhy-dyve

Sepanjang ku mengenalmu..
Menjalani semua tanpa pengharapan
Tanpa ada keharusan sebuah ikatan
Tanpa perlu memaksa apa itu sebuah atau suatu rasa
Benar tidaknya tindakan kita
Patutkah ku pertanyakan kembali..
Sebenarnya ada apakah dengan diri ini..dirimu diri kita?

Selisih paham sering tanpa sadar menjalin kita
Emosi kadang2 menyulut panas dlam hati
Rasa jaim kadang2 menguasai kita
Semua tak terungkap hanya karena kita tak pernah anggap
Jika kita alami sesuatu dalam diri kita

Apa krn pernyataan2 kita yang selalu sok sabar
Sok bisa menerima keadaan kita masing2
Sok takut saling menyakiti
Ataukah karena rasa sok yang lain?
Entahlah..
Lucu jika aq mengingat ini
Ada apa sebenarnya dengan diri kita?

Ini sesuatu tentangmu..
Tentang rasa yang gak pernah ingin diungkapkan
Tentang hal yang sangat tidak masuk akal untuk kita
Tentang rasa yang tertahan…tapi gak bisa ditahan
Rasa yang diam2 semakin menggigit diri
Rasa yang selalu ingin mendekatikan diri
Rasa yang selalu ingin menyapa
Dan selalu ingin menunjukan jika ”ini aq ada untuk dirimu”
Rasa yang kolokan banget utk manusia seusia kita

tp skrg bsa aq pahami..
dirimu sayangi aq..bahkan berani katakan itu lwt sebuah ungkapan yg tak pernah aq bayangkan sebelumnya

jika ikatan itu bsa dilakukan,apakah dirimu akan bahagia?
sama tanya itu aq tujukan utk diriku…

aq mencintaimu..
walopun hny sebatas mata n rasa..aq mencintaimu
hmmm..esok aq akan memeluk mu…
esok aq kan bcara byk padamu
esok aq akan melakuan hal yg indah untukmu…
esok…
esok….
esok…..

mizz u..

caraku memahami makna cinta…

July 10th, 2008 by andhy-dyve

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Itu karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita
kita bergabung dengannya dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yang
dinamakan CINTA

CINTA yang AGUNG?
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak mampedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum
sembari berkata “Aku turut berbahagia untukmu”Apabila cinta tidak berhasil BEBASKAN dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI
Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan CINTA dan kehilangannya
Tapi ketika cinta itu mati kamu TIDAK perlu
mati bersamanya

MENCINTAI ??
BUKANLAH bagaimana kamu melupakan melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN
BUKANLAH bagaimana kamu mendengarkan melainkan bagaimana kamu MENGERTI
BUKANLAH apa yang kamu lihat melainkan apa yang kamu RASAKAN
BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu BERTAHANLebih berbahaya mencucurkan air mata
dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu
Air mata yang keluar dapat dihapus
Sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang
Tapi ketika CINTA itu TULUS,
meskipun kalah, kamu TETAP MENANG
hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri


Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang,
jangan lepaskan dia
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai
MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu
Itulah CINTA SEJATI

Kadang kala orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu,
dan kadang kala teman yang menangis bersamamu adalah
CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI KBERADAANNYA
Cinta selalu tak akan pernah bisa diungkapkan dengan apapun yang sesuai
dengan kehendak kita karena bahasa cinta adalah bahasa yang abstrak,
bahasa yang hanya akan bisa dimengerti oleh mereka yang peka dan mengenal apa itu cinta



AKU bicara perihal Cinta????…

July 10th, 2008 by andhy-dyve

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.


Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia

kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua
ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami
rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati
Kehidupan.

Namun
pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan
kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi
ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki
dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak
tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

Cinta
tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau
mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi
aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang
menyanyikan melodinya bagai sang malam..

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gem
bira.


Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.